Tuesday, January 8, 2019

Fungsi Pewarnaan Spora

Pewarnaan spora merupakan pewarnaan yang tidak dapat di warnai dengan pewarnaan biasa, diperlukan tekhnik pewarnaan khusus. Endospora tidak mudah diwarnai dengan zat pewarna pada umumnya, tetapi sekali diwarnai, zat warna tersebut akan sulit hilang. Pewarnaan yang dilakukan dalam praktikum ini dengan menggunakan pewarnaan Klein., 03/07/2011  · Beberapa zat warna yang telah disebutkan di atas, dapat mewarnai spora bakteri, tidak lepas dari sifat kimiawi dinding spora itu sendiri.Semua spora bakteri mengandung asam dupikolinat.Yang mana subtansi ini tidak dapat ditemui pada sel vegetatif bakteri, atau dapat dikatakan, senyawa ini khas dimiliki oleh spora .Dalam proses pewarnaan , sifat ..., Pewarnaan itu merupakan tahap penting dalam pencirian dan identifikasi bakteri (Lay,1994). Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif., 21/09/2013  · Tujuan dari pewarnaan spora yaitu mengenal dasar-dasar kimiawi pada pewarnaan spora dan kinerja dari prosedur untuk membedakan spora bakteri dan bentuk vegetatif. Prinsip p ada pewarnaan ini pemanasan akan mengembangkan lapisan luar spora sehingga brwarna hijau. Melalui pendinginan utama akan terperangkap didalam spora dengan pencucian zat ..., Proses pewarnaan spora ini dilakukan dengan mengambil sampel bakteri dari suspense bakteri yang telah dibuat olah ass lab yang terdiri dari biakan bakteri dan NaCl fisiologis di tabung reaksi.Kemudian ditambah karbon fuksin sebanyak 1:1 ke dalam suspense tersebut. Fungsi karbon fuksin adalah sebagai zat pewarna yang akan mewarnaai bakteri ..., 19/03/2013  · Menurut Volk & Wheeler (1988), dalam pengamatan spora bakteri diperlukan pewarnaan tertentu yang dapat menembus dinding tebal spora . Contoh dari pewarnaan yang dimaksudkan oleh Volk & Wheeler tersebut adalah dengan penggunaan larutan hijau malakit 5%, dan untuk memperjelas pengamatan, sel vegetative juga diwarnai dengan larutan safranin 0,5% ..., 12/02/2012  · Pewarnaan Gram ini pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli histologik Christian Gram (1884). Dengan pewarnaan Gram, bakteri-bakteri dapat dibagi atas 2 golongan yaitu Gram positif dan Gram negatif. Gram positif warnanya violet (ungu) karena mengikat zat warna utama “kristal violet”., Dinding spora relatif tidak dapat ditembus, ini pula yang mencegah hilangnya zat warna spora setelah melalui pencucian dengan alkohol yang cukup lama untuk menghilangkan zat warna sel vegetatif. Sel vegetatif akhirnya dapat diberi zat warna kontras. Spora …, 02/10/2012  · Pewarnaan spora merupakan pewarnaan dengan menggunakan malachite green dan safranin, yang dalam hasil pewarnaannya akan muncul warna hijau pada sporanya, serta warna merah pada sel vegetatifnya yaitu pada Bacillus subtitulis (Lay.1994)., Pada praktikum kali ini dilakukan pewarnaan bakteri berupa pewarnaan spora . Spora pada bakteri berbeda deng an spora pada jamur, pada bakteri sporanya tidak mempuny ai fungsi sebagai alat reproduksi tetapi sebagai perlindungan dari kondisi yang tidak menguntungkan bagi bakteri tersebut. Endospora bakteri tahan terhadap kondisi lingkungan ...

No comments:

Post a Comment